Penjelasan Singkat Tentang Puasa Ngebleng, Tata Cara dan Khasiatnya

Dalam ilmu kejawen, untuk dapat menguasai ajian atau ilmu pengendalian diri maka manusia harus mengamalkan puasa yang tidak dikenal dalam agama Islam.

 

Dalam bahasa Jawa, sering kita mendengar adanya ungkapan: “Nek sira kepingin ora tedas tapak palune pande, sira kudhu gentur ing tapa, Ian kabeh kuwi iso dituku kanthi ngelih”.

 

Artinya: Jika kamu ingin memiliki kemampuan kebal terhadap senjata dan memiliki kemampuan

tinggi, maka kamu harus memperdalam semadi (meditasi), dan semuanya dapat dibeli dengan

rasa lapar (puasa).

 

Hal yang disampaikan dalam kalimat tersebut adalah jika manusia ingin memiliki kemampuan dalam diri yang merupakan kekuatan gaib, maka ia harus gemar melakukan puasa dan kuat dalam semadi. 

 

Puasa tersebut dinamakan puasa kejawen, banyak sekali contoh puasa kejawen, diantaranya puasa ngasrep, puasa wungon, puasa weton, dan yang akan saya bahas pada video ini adalah puasa ngebleng.

 

Puasa ngebleng adalah puasa yang dilakukan dengan tanpa putus dari hari dimulainya puasa hingga berakhirnya puasa. Pada waktu melakukan puasa ini, seorang ritualis melakukannya tanpa makan dan minum sama sekali dalam kurun waktu minimal tiga hingga empat puluh hari.

 

Secara logika manusia tidak akan mampu bertahan hidup jika tidak ada makanan yang dikonsumsi selama kurun waktu tertentu. Tetapi pada kenyataannya ada sebagian orang mampu menahan lapar dan menghentikan kegiatan mengkonsumsi makanan selama melakukan ritual.

 

Penguasaan kekuatan gaib dalam diri ritualis memang akan terasa lebih cepat dengan melakukan puasa jenis ini. Biasanya ditujukan pada seputaran ilmu yang memiliki sifat untuk kekerasan (kekebalan), pencurian  dan lain sebagainya.

 

Oleh sebagian spiritual kasepuhan, aliran yang melaksanakan ritual puasa jenis ini disebut sebagai aliran kajiman. Karena keberadaan peranan dari makhluk halus yang berupa jin akan memiliki peran utama. Dalam aplikasinya keberadaan makhluk halus tidak diperlukan secara mutlak, tetapi ada kalangan tertentu yang memanfaatkan makhluk halus sebagai medianya.

 

Menurut pendapat ilmu kasepuhan mengenai puasa jenis ini dianggap sebagai puasa yang tidak benar karena yang dinamakan sebuah puasa hanya berlangsung sebelum matahari terbit hingga matahari tenggelam.

 

Jika melakukan jenis puasa atau ritual ngebleng, secara pasti ilmu atau kekuatan gaib yang diambil adalah kekuatan makhluk halus bangsa jin. Dinilai juga dengan melakukan puasa ngebleng akan sedikit banyak menyatukan atau menjadikan diri pelaku menjadi separuh manusia dan separuh makhluk halus.

 

Secara tidak langsung manusia akan sedikit berji­wa hampir menyamai makhluk halus jika melakukan puasa jenis ini minimal tiga hari. Dengan demikian menguasai ilmu bangsa jin akan membuat pelaku ritual sedikit banyak memiliki sifat jin, yaitu tidak mudah meninggal. Pada akhirnya pelaku pada usia tua akan mengalami siksaan jiwa dan raga.

 

Khasiat dan Manfaat Puasa Ngebleng

Puasa ngebleng memiliki banyak manfaat terutama untuk meningkatkan pengasihan. Selain itu juga dapat digunakan sebagai sarana meningkatkan aura kewibawaan dan kharisma bagi laki-laki dan kecantikan serta pesona bagi para perempuan.

 

Namun khasiat atau manfaatnya tidak terbatas pada hal tersebut saja. Lagi-lagi kembali kepada kesepakatan bersama Guru masing-masing karena bisa saja puasa ngebleng dilakukan untuk memenuhi hajat di bidang lain.

 

Pantangan dan Larangan Puasa Ngebleng

Pantangan dari puasa ngebleng cukup berat, yakni seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa tidak boleh mengonsumsi makanan atau makanan meskis sangat lapar dan haus dalam kurun waktu paling singkat satu hari.

 

Selain itu juga tidak boleh terlelap tidur dan bermimpi indah karena harus tetap bangun sampai sahur berikutnya tiba. 24 jam bukan waktu yang sedikit maka dari itu, sang pengamal membutuhkan ketahanan fisik yang luar biasa kuat untuk menjalaninya

 

Nah itu adalah Pengertian Puasa Ngebleng, Tata Cara dan Khasiatnya. Sekian dari saya, terima kasih sudah menyimakPengertian Puasa Ngebleng, Tata Cara dan Khasiatnya

 

Dalam ilmu kejawen, untuk dapat menguasai ajian atau ilmu pengendalian diri maka manusia harus mengamalkan puasa yang tidak dikenal dalam agama Islam.

 

Dalam bahasa Jawa, sering kita mendengar adanya ungkapan: “Nek sira kepingin ora tedas tapak palune pande, sira kudhu gentur ing tapa, Ian kabeh kuwi iso dituku kanthi ngelih”.

 

Artinya: Jika kamu ingin memiliki kemampuan kebal terhadap senjata dan memiliki kemampuan

tinggi, maka kamu harus memperdalam semadi (meditasi), dan semuanya dapat dibeli dengan

rasa lapar (puasa).

 

Hal yang disampaikan dalam kalimat tersebut adalah jika manusia ingin memiliki kemampuan dalam diri yang merupakan kekuatan gaib, maka ia harus gemar melakukan puasa dan kuat dalam semadi. 

 

Puasa tersebut dinamakan puasa kejawen, banyak sekali contoh puasa kejawen, diantaranya puasa ngasrep, puasa wungon, puasa weton, dan yang akan saya bahas pada video ini adalah puasa ngebleng.

 

Puasa ngebleng adalah puasa yang dilakukan dengan tanpa putus dari hari dimulainya puasa hingga berakhirnya puasa. Pada waktu melakukan puasa ini, seorang ritualis melakukannya tanpa makan dan minum sama sekali dalam kurun waktu minimal tiga hingga empat puluh hari.

 

Secara logika manusia tidak akan mampu bertahan hidup jika tidak ada makanan yang dikonsumsi selama kurun waktu tertentu. Tetapi pada kenyataannya ada sebagian orang mampu menahan lapar dan menghentikan kegiatan mengkonsumsi makanan selama melakukan ritual.

 

Penguasaan kekuatan gaib dalam diri ritualis memang akan terasa lebih cepat dengan melakukan puasa jenis ini. Biasanya ditujukan pada seputaran ilmu yang memiliki sifat untuk kekerasan (kekebalan), pencurian  dan lain sebagainya.

 

Oleh sebagian spiritual kasepuhan, aliran yang melaksanakan ritual puasa jenis ini disebut sebagai aliran kajiman. Karena keberadaan peranan dari makhluk halus yang berupa jin akan memiliki peran utama. Dalam aplikasinya keberadaan makhluk halus tidak diperlukan secara mutlak, tetapi ada kalangan tertentu yang memanfaatkan makhluk halus sebagai medianya.

 

Menurut pendapat ilmu kasepuhan mengenai puasa jenis ini dianggap sebagai puasa yang tidak benar karena yang dinamakan sebuah puasa hanya berlangsung sebelum matahari terbit hingga matahari tenggelam.

 

Jika melakukan jenis puasa atau ritual ngebleng, secara pasti ilmu atau kekuatan gaib yang diambil adalah kekuatan makhluk halus bangsa jin. Dinilai juga dengan melakukan puasa ngebleng akan sedikit banyak menyatukan atau menjadikan diri pelaku menjadi separuh manusia dan separuh makhluk halus.

 

Secara tidak langsung manusia akan sedikit berji­wa hampir menyamai makhluk halus jika melakukan puasa jenis ini minimal tiga hari. Dengan demikian menguasai ilmu bangsa jin akan membuat pelaku ritual sedikit banyak memiliki sifat jin, yaitu tidak mudah meninggal. Pada akhirnya pelaku pada usia tua akan mengalami siksaan jiwa dan raga.

 

Khasiat dan Manfaat Puasa Ngebleng

Puasa ngebleng memiliki banyak manfaat terutama untuk meningkatkan pengasihan. Selain itu juga dapat digunakan sebagai sarana meningkatkan aura kewibawaan dan kharisma bagi laki-laki dan kecantikan serta pesona bagi para perempuan.

 

Namun khasiat atau manfaatnya tidak terbatas pada hal tersebut saja. Lagi-lagi kembali kepada kesepakatan bersama Guru masing-masing karena bisa saja puasa ngebleng dilakukan untuk memenuhi hajat di bidang lain.

 

Pantangan dan Larangan Puasa Ngebleng

Pantangan dari puasa ngebleng cukup berat, yakni seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa tidak boleh mengonsumsi makanan atau makanan meskis sangat lapar dan haus dalam kurun waktu paling singkat satu hari.

 

Selain itu juga tidak boleh terlelap tidur dan bermimpi indah karena harus tetap bangun sampai sahur berikutnya tiba. 24 jam bukan waktu yang sedikit maka dari itu, sang pengamal membutuhkan ketahanan fisik yang luar biasa kuat untuk menjalaninya

 

Nah itu adalah Penjelasan Singkat Mengenai Puasa Ngebleng, Tata Cara dan Khasiatnya. Sekian dari saya, terima kasih sudah menyimak.