Buang Sial, Upaya Spiritual Untuk Menghilangkan Kemalangan Hidup

Hidup memang tak bisa diprediksi, penuh misteri, dan mutlak menjadi rahasia Illahi. Ada yang diuji dengan kemudahan dan keberuntungan, tapi tak sedikit pula yang diberi cobaan dengan kesusahan dan kesialan. Sehingga banyak orang beranggapan bahwa hidupnya selalu ditimpa kesialan dan penuh kemalangan.

Apapun usaha yang dilakukan seseorang seolah tak mampu menghilangkan kesialan tersebut. Banyak orang akhirnya putus asa dan tak jarang sering mengalami stress menghadapi masalah tersebut. Di saat upaya lahir dirasa tak bisa menuntaskan masalah yang ada, akhirnya mereka menempuh usaha batin dengan cara buang sial. Nah, cara ini sampai sekarang masih diyakini sebagai jalan untuk membuang segala kesialan dalam hidup.

Seperti apa tradisi ini bagi masyarakat kita?. Inilah bahasan buang sial, upaya spiritual untuk menghilangkan kemalangan hidup.

Buang Sial, Upaya Spiritual ntuk Menghilangkan Kemalangan Hidup

Pada hakikatnya semua hal yang buruk, segala penghalang, dan gangguan memang seharusnya dibuang, terutama pengaruh-pengaruh negatif dalam hidup. Hanya saja, proses membuang semua hal itu tidaklah mudah.

Dalam tradisi Nusantara, usaha spiritual ini bisa dilakukan dalam beberapa cara, diantaranya dengan melakukan ruwatan, potong rambut, mandi kembang atau air garam, dan lain sebagainya. Sebagai contoh adalah ruwatan.

Ruwatan adalah sebuah upacara adat khusus untuk mengatasi berbagai kesulitan batin, sarana pembersihan diri, dan menyelamatkan seseorang dari gangguan tertentu. Hal ini biasanya sering dialami oleh golongan orang sukerta, yaitu anak yang terlahir dengan kondisi tertentu. Misalnya anak tunggal, baik laki-laki atau perempuan, anak dua bersaudara, keduanya laki-laki atau perempuan, dan lainnya.

Selain bertujuan membersihkan kemalangan dalam hidup, tradisi buang sial juga bertujuan untuk membuka pintu rezeki, memudahkan jodoh, maupun melancarkan setiap bisnis dan usaha. itulah tradisi buang sial. Semoga bermanfaat.