7 Faktor penting dalam komunikasi seksual dalam rumah tangga

Tidak semua orang mau membicarakan masalah seksual dengan pasangannya padahal ini sangat penting. Bagaimana cara melakukan komunikasi seksual yang baik?

Pernahkah kamu melakukan komunikasi seksual yang intens bersama pasangan?

Kamu tentu percaya kalau salah satu kunci keharmonisan hubungan suami istri tidak terlepas dari masalah komunikasi. Jika tidak dijalankan dengan baik, maka bisa berisiko pada hubungan rumah tangga.

Komunikasi ini mencakup banyak hal termasuk urusan seksualitas. Sayangnya tidak banyak pasangan yang menyadari bahwa kehidupan seksual pun sesekali perlu dibicarakan bersama. Seberapa penting komunikasi seksual suami dan istri?

1. Pahami apa yang dirasakan
Sebelum memulai komunikasi seksual, saya menyarankan untuk memahami apa yang kamu rasakan dan mengapa merasakan itu. Kalau kita tidak bisa memahami diri sendiri maka jangan berharap orang lain dapat memahaminya.

2. Cari tempat netral
Carilah tempat yang netral dan nyaman untuk berkomunikasi, jangan di kamar atau tempat tidur. Kalian bisa ngobrol santai di sofa sambil minum teh atau di tempat lain.

3. Temukan waktu yang tepat
Jangan pernah membahas seks setelah melakukan hubungan seksual. Ini akan membuat pasangan canggung. Pilihlah waktu santai yang tidak terganggu oleh anak atau aktivitas pekerjaan.

4. Buka dengan “I” statement
Mulailah dengan “I” statement atau pernyataan ‘saya’. Ini akan membuat pasangan lebih terbuka. Membicarakan komunikasi seksual yang dimulai dengan pernyataan ‘kamu’, justru bisa  membuat pasangan tidak nyaman dan merasa dihakimi. Bahkan bisa memicu pertengkaran.

5. Gunakan intro

Sebagaimana seks membutuhkan foreplay, komunikasi seksual pun perlu intro. Jangan tiba-tiba langsung membahas seks karena akan membuat tidak nyaman. Oleh karena itu, tak ada salahnya jika Kamu mengawalinya dengan dengan pertanyaan what’s interesting today, lalu beri sentuhan dan sebagainya.

6. Bagaimana jika pasangan malu?
Jika pasangan masih malu membahas seks, tanya terus dengan cara yang berbeda agar komunikasi terjalin baik. Gunakan kalimat-kalimat yang menenangkan pasangan, bisa dengan memujinya terlebih dahulu.

7. Jangan beri kode supaya tidak terjadi salah penafsiran
Meskipun disarankan untuk menggunakan intro, Kamu tetap harus mengutarakan keluhan secara gamblang, bukan dengan memberi kode-kode yang sulit dipecahkan.

Perlu diingat bahwa tujuan dari komunikasi seksual adalah memberitahu pasangan apakah Anda sudah puas dengan kehidupan seksual yang dijalani atau belum, bukan untuk meminta pasangan menjadi detektif untuk memecahkan kode.